Tidak Hanya Dia, Media Pun Turut Berubah

Bukankah kalian merasa dunia telah berubah? Bukan. Peradabanlah yang semakin maju, buah dari perkembangan teknologi. Arus globalisasi tidak dapat dielak oleh siapa pun. Menurut Thomas Larsson dalam bukunya The Race to The top, “Is the process of world shrinkage, of distances getting shorter, things moving closer. It pertains to the increasing ease with which somebody on one side of the world can interact, to mutual benefit, with somebody on the other side of the world“. Media massa pun turut mengikuti evolusi teknologi. Seluruh bentuk informasi media disajikan dalam gaya digital. Mulai dari berita berupa teks, gambar, video hingga live streaming. Salah satu contoh Harian Kompas telah memiliki situs online Kompas.com sebagai sub kanal koran Kompas. Hal inilah menjadi akar dari konvergensi media.

Konvergensi media merupakan bentuk penggabungan dari komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi yang dikemas secara digital. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak masyarakat berhubungan dengan produk konvergensi media tersebut. Berangkat dari anak sekolah yang menggunakan e-book (buku digital-red), mahasiswa yang gemar belanja online, hingga perusahaan yang menerapkan komputerisasi untuk pelayanan yang cepat dan tepat. Masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang dapat diperoleh kapan dan di mana saja tanpa kesusahan.

Lantas bagaimanakah nasib media cetak? Eksistensi media cetak kini mulai tergantikan oleh media online. Kendati demikian, masih ada pihak yang mempertahankan media cetak sebagai andalan mereka. Aktualisasi dan faktualisasi menjadi ciri khas dalam menegakkan media cetak. Selain itu, media cetak masih dibutuhkan karena tidak semua kalangan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap media digital. Faktor fisik media cetak juga tidak mudah menimbulkan lelah pada mata. Kelengkapan dan kebenaran berita pada media cetak bahkan menjadi jurus utama dalam bersaing dengan media online. Tidaklah mungkin berita yang dicetak adalah multi tafsir apalagi kabar burung. Tentunya media cetak diproses secara redaksional yang panjang. Sehingga menghasilkan produk yang tidak dimiliki oleh media daring (media dalam jaringan).

Banyak pilihan media untuk mendapatkan informasi. Pembaca hanya perlu memilih sesuai dengan kebutuhan. Apabila ingin informasi yang detail, baca koran atau majalah. Ingin memperoleh informasi cepat dan singkat baca saja berita online. Semua tergantung dari pribadi masing-masing individu. Akan tetapi yang terpenting ialah masyarakat dapat lebih produktif dan bertanggung jawab dalam era media yang sudah terkonvergensi ini. Jangan jadikan globalisasi sebagai pembunuh kreativitas untuk berpendapat, menghambat seni jurnalisme yang ada pada diri kita, dan lesu dalam berkarya.

Tidak perlu khawatir jika media cetak lambat laun akan terkikis. Informasi akan tetap mengalir sesuai wadahnya. Entah berada di cawan berlapiskan emas maupun masih di tempayan. Ia tetap memberikan fakta-fakta kehidupan. Maka dari itu, peran anak muda Indonesia diperlukan. Melalui media yang sudah canggih ini, mereka dapat memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitar. Mengerti, memahami, dan menggunakan media online sesuai dengan tujuan yang baik. Cobalah kita satukan semburat cahaya realita menjadi satu sinar terang kabar baik untuk pembaca. Berita mudah punah, namun cepat terbarukan. (nw)

Oleh : Afnurul Widya P, Magang Edents 2014

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *