Tiga Mahasiswa FEB Undip Ikuti Konferensi Internasional di Malaysia

doc. pribadi
doc. pribadi

FEB Undip (19/10) – Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro baru saja mengharumkan almamater mereka dengan mengikuti International Conference on Islamic Economics and Finance pada 11 – 13 Oktober 2016 di Malaysia. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Lila Dabutar (S1 Akuntansi 2013), Alan Ray Farandi (IESP 2012), dan Demas Asfario Suwito (S1 Ekonomi Islam 2014). Konferensi ini diselenggarakan bersama Penelitian dan Lembaga Pelatihan Islam (IRTI) dari Islamic Development Bank (IDB) Grup, Kulliyyah Ekonomi dan Manajemen Ilmu (KENMS), International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Asosiasi Internasional untuk Ekonomi Islam (IAIE)

Konferensi ini membahas tentang peran ekonomi dan keuangan islam dalam  agenda  pembangunan dan inklusif yang berkelanjutan dengan mempertemukan akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dari 37 negara. Lila Dabutar mendapat informasi tentang konferensi dari seorang teman dari universitas lain. “Saya tahunya dari teman KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam -red) universitas lain, kemudian saya membentuk tim dan mulai membuat paper untuk konferensi tersebut,” ujar Lila.

Grand opening dilaksanakan 11 Oktober 2016 di salah satu hotel ternama di Malaysia. Selain konferensi, ada juga seminar yang mendatangkan pembicara dari ikatan ekonomi islam sedunia. Acara dilanjutkan kembali Rabu, 12 Oktober 2016. Acara ini merupakan acara pokok konferensi yang dibagi menjadi beberapa sesi dan ruangan. “Konferensinya sendiri kan membahas banyak tema, ada tentang zakat, microfinance, dan perbankan syariah. Jadi konferensinya itu diklasifikasikan berdasarkan jenis papernya,” pungkas Lila.

Lila mengatakan bahwa selama mengikut konferensi, dia dan dua temannya mendapat banyak dukungan, salah satunya adalah dukungan dana dari pihak fakultas. “Bantuan yang didapat dari fakultas tidak full,  beberapa dosen juga turut memberi dukungan dalam bentuk dana,” ungkap mahasiswi Akuntansi tersebut.

Perjalanan ketiga mahasiswa ini menuju konferensi diwarnai berbagai kendala, salah satunya adalah masalah  dana. Pihak konferensi yang hanya menyediakan akomodasi untuk satu orang serta sedikitnya waktu untuk mendapat dana merupakan kendala yang harus mereka hadapai. “Kendalanya kita agak kesulitan mencari dana untuk dua orang,  Ahamduilah di akhir kendala itu bisa diatasi,” ujar Lila.

Selama tiga hari mengikuti konferensi, Lila  dan kedua rekannya mendapat banyak pengalaman berharga, seperti bertemu banyak orang dari berbagai negara dan bisa mendapat ilmu dari para ahli ekonomi islam dunia. Ditambah lagi, Lila dan timnya merupakan satu-satunya peserta yang beranggotakan mahasiswa S1 sedangkan tim lain banyak yang sudah S2, S3, bahkan ada yang sudah menjadi profesor.

Ke depan, Lila berharap bisa lebih aktif mengikuti konferensi internasional lain. “Harapanku bisa lebih aktif lagi di konferensi internasional lain,” tutup Lila.  International Conference on Islamic Economics and Finance ditutup dalam acara grand closing pada Kamis, 13 Oktober 2016.

Reporter : Fendiawan Adams, Rafi Qurnia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *