Tiga Sorotan Dalam Pelantikan Pimpinan Ormawa FEB Undip

UNDIP (3/3) – Setidaknya kami menangkap ada tiga hal menarik dalam acara pelantikan pimpinan Ormawa FEB Undip tempo hari. Yang pertama adalah sambutan dari ketua panitia, kedua adalah pernyataan Anis Chariri tentang pengurus Ormawa, dan yang ketiga adalah keterlambatan kehadiran perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Khairunnaba selaku ketua panitia memberikan sambutan dalam Bahasa Inggris. Ketika dihubungi via chat, mahasiswi yang akrab disapa Naba tersebut menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan berkesan. “Selain itu bermaksud agar menarik perhatian para pendengar karena hal ini belum banyak dilakukan. Harapannya bisa memberikan add value dalam acara,” terangnya.

Selanjutnya adalah Anis Chariri, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa hanya orang-orang gila saja yang mau jadi pengurus Ormawa. Hal ini tentu hanyalah kelakarnya semata. Maksud dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ini adalah para pengurus Ormawa selain urusan kuliah mereka juga harus mengurusi keberlangsungan Ormawanya, sehingga harus mengorbankan tenaga, pikiran, dan materi yang lebih dari mahasiswa bukan pengurus atau mahasiswa yang tidak ikut Ormawa sama sekali. “Bahkan sampai pulang rapat pukul satu malam padahal paginya ada kuliah,” katanya. Anis berpesan agar Ormawa dibawa juga ke arah prestatif, bukan hanya EO semata.

Terakhir adalah keterlambatan perwakilan BEM dalam pelantikan tersebut. Hingga acara dimulai pada pukul 08.00 WIB, belum ada satupun perwakilan BEM yang hadir menempati kursinya. Sekitar sepuluh menit kemudian, datang lima orang perwakilan termasuk ketua. Anis yang telah datang 30 menit sebelum acara dimulai pun “menembak” peristiwa tersebut dalam sambutannya. Baru setelah 20 menit acara berlangsung, setelah Anis selesai memberikan sambutan, sisa perwakilan dari BEM hadir.

Amir Lestanto sebagai Ketua BEM mengklarifikasi peristiwa tersebut sebagai murni kesalahan dirinya yang tidak memeriksa setiap undangan yang masuk ke BEM. “Sebelumnya saya mau minta maaf juga buat temen-temen Ormawa, hal tadi bukan suatu yang disengaja dari kami [BEM], karena saya sebelumnya belum melihat bentuk fisik undangan pelantikan. Mungkin temen-temen Senat sudah menyerahkan ke sekre [BEM] atau ke siapa [pengurus BEM lainnya] mungkin tapi saya belum tau undangan tersebut,” jelasnya saat diwawancarai via chat.

Mahasiswa Manajemen angkatan 2015 tersebut mengaku bahwa dirinya telah bertanya ke panitia acara pelantikan dan dijawab jika pukul 07.00 WIB mulai buka registrasi. “Temen-temen BEM mengira jam 8 baru mulai acara tapi ternyata mulai sebelum jam tersebut,” ungkapnya. Sambil memberikan emoticon tertawa, Amir juga menambahkan bahwa setelah selesai acara dirinya ditanya oleh Anis tentang keterlambatan BEM, yang sempat membuat Anis beranggapan BEM walkout dari acara.

Saat ditanya tanggapannya tentang keterlambatan BEM, Naba tak ingin berkomentar secara khusus. “Ini bisa dijadikan pembelajaran untuk semuanya untuk lebih mengantisipasi dan menghargai waktu,” katanya. Pihak BEM sendiri telah meminta maaf dan memberikan klarifikasi langsung kepada pimpinan SM.

Reporter: Niki Agni

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *