Tiga Mahasiswi Undip Susun Model Deteksi Dini Investasi Bodong

UNDIP (3/6) – Investasi bodong merupakan salah satu isu yang marak dan meresahkan masyarakat. Berbagai fakta menunjukkan bahwa jumlah korban investasi gagal bayar ini di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tiga mahasiswi Undip yang tergabung dalam Tim Investasi Bodong mengangkat isu tersebut pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH). Mereka adalah Wibowati Sektiyani, Nurlina, dan Richa Wahyu Wulandari yang semuanya berasal dari departemen S1-Akuntansi 2015, bersama Anis Chariri sebagai dosen pembimbing.

Menurut Reurink (2016), investasi bodong merupakan skema penipuan yang dilakukan dengan menipu investor (pihak pemberi modal) agar menginvestasikan uang mereka dalam proyek investasi khusus (perusahaan, dana investasi, real estate, polis asuransi, dll) yang pada kenyataannya investasi tersebut tidak ada. Jadi investasi bodong dilakukan seseorang dengan cara menyesatkan investor (korban) dengan menggunakan informasi palsu untuk tujuan keuntungan moneter (Beals, DeLiema, dan Deevy, 2015).

Nurlina menjelaskan bahwa masalah investasi bodong sebenarnya dapat dihindari jika masyarakat memahami betul indikator-indikator investasi bodong. “Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang mencoba membangun model deteksi dini investasi bodong yang dapat digunakan masyarakat sebagai peringatan untuk tidak berinvestasi pada kegiatan investasi yang terindikasi bodong (gagal bayar),” jelasnya. Beberapa metode yang telah ada, misalnya bias ratio atau sharpe ratio, cenderung sulit dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Sehingga dalam PKM-PSH kali ini, Tim Investasi Bodong menyusun buku saku berjudul “Investasi Bodong” sebagai pedoman ringkas masyarakat dalam berinvestasi yang aman, mudah, dan akurat. Buku setebal 12 halaman ini mengajak masyarakat untuk mengenali apa itu investasi bodong, memahami bagaimana indikator-indikatornya, serta meninggalkan segala bentuk investasi yang menyesatkan. Sesuai dengan tagline yang ada di sampul buku: Kenali, Pahami, Tinggalkan.

Pada bagian awal buku dijelaskan definisi investasi bodong serta penyebabnya. Dilanjutkan dengan pemaparan ringkas data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait jumlah korban dan perusahaan yang bermasalah seperti Koperasi Cipaganti, KSP Pandawa, First Travel, dan Manusia Membantu Manusia (MMM).

Bagian inti buku menjelaskan cara menghindari investasi bodong dan indikator-indikator investasi yang terindikasi bodong atau gagal bayar. Indikator-indikator tersebut disederhanakan lagi menjadi enam indikator kunci, sebagai model deteksi dini masyarakat terhadap investasi sesat ini. Di bagian akhir adalah simpulan dan disertakan pula kontak OJK sebagai lembaga yang berkompeten dalam hal pengawasan investasi.

Klik untuk menuju buku saku “Investasi Bodong” versi pdf (hak cipta ada pada penyusun buku)

Reporter: Niki Agni

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *