Training of Trainers : Langkah Awal Kenalkan Ekonomi Islam

1472210264558[1]

FEB Undip (25/8) – Program Studi Ekonomi Islam FEB Undip bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI) Jawa Tengah menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Keuangan Syariah. Acara yang mengusung tema Penguatan Kemampuan Sumber Daya Insani Keuangan Syariah di Jawa Tengah ini berlangsung sejak pukul 09.00 – 17.00 WIB dan bertempat di Hall Gedung C.

Nur Satyo Kurniawan selaku perwakilan kantor regional III wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjelaskan bahwa peran OJK dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia untuk saat ini masih terkonsentrasi di kantor pusat. “Kalau di daerah, kita (red: OJK) memang memiliki program pengembangan, namun programnya masih terbatas hanya pada perbankan syariah,” jelas Nur. Hal ini dikarenakan awal mula OJK terbentuk, program yang siap di daerah hanya perbankan. Pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dirasa belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang siap. “Baru 2016 ini SDM pasar modal dan IKNB ada di daerah. Jadi InshaaAllah, mungkin 2017 dan seterusnya mungkin sudah lebih siap,” tambah Nur.

Adapun bahasan yang juga disampaikan pada acara ini ialah seputar perkembangan dan tantangan yang dihadapi lembaga jasa keuangan syariah, perbankan syariah dan pasar modal syariah, serta asuransi syariah dan penyelesaian sengketa jasa keuangan syariah.

Acara ini juga merupakan pelantikan pengurus FORDEBI Jawa Tengah periode 2016-2018 yang diketuai oleh Darwanto. “Pembentukan FORDEBI wilayah Jawa Tengah sebenarnya mandat dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) FORDEBI dimana FORDEBI harapannya bisa bergerak untuk meningkatkan kapasitas dosen ekonomi Islam dalam pengembangan keilmuan,” jelas Darwanto. Selain itu, FORDEBI juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian masyarakat. Salah satu capaian yang ingin diwujudkan oleh FORDEBI ialah mulai menggerakkan sektor riil dengan landasan ekonomi Islam.

Darwanto yang juga merupakan ketua program studi Ekonomi Islam FEB Undip sudah memiliki mitra desa binaan berupa pengawalan sistem dan cara kerja koperasi simpan pinjam menjadi koperasi simpan pinjam berbasis syariah yang juga menambah jenis usaha. “Program studi Ekonomi Islam FEB Undip sudah memiliki dua mitra desa binaan di desa Cabean, Demak dan Dlingo, Boyolali. Desa binaan di Dlingo ini sudah mengembangkan sistem desa pertanian organik,” tukas Darwanto.

FORDEBI juga diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi untuk mengembangkan ekonomi Islam di wilayah Jawa Tengah. Hal ini dapat diwujudkan dengan menawarkan mata kuliah ekonomi Islam pada perguruan tinggi yang belum memiliki mata kuliah tersebut. Ke depannya diharapkan ekonomi Islam dapat dijadikan konsentrasi, kemudian menjadi program studi.

“Banyak sekali manfaat yang saya rasakan setelah mengikuti acara ini terutama yang berkaitan dengan informasi baru seputar perkembangan aspek ekonomi Islam seperti program studi, perkembangan perbankan syariah, pasar modal dan asuransi syariah, pasal dan peraturan-peraturan baru dari OJK, dan banyak kenalan baru,” tutur Rosida Dwi Ayuningtyas selaku peserta TOT dari Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Ditemui pada akhir acara, Marwini, selaku ketua pelaksana TOT menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk membumikan aspek-aspek keilmuan mengenai keuangan syariah. Adapun target peserta yang menjadi sasaran acara ini ialah para dosen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas penguasaan ilmu ekonomi Islam baik secara filosofis maupun kontruksi. “Adanya TOT ini saya harap dapat membangun semangat keilmuan yang dapat dibawa ke kampus masing-masing,” ujar Marwini.

 

Reporter : Cyntia Farah Sakina

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *