Tumbuhkan Gaya Hidup Sehat, FEPALA Selenggarakan Donor Darah

Image_1d4f802

FEB Undip (17/4) – Bertempat di Selasar Gedung PKM FEB, Mahasiswa Pecinta Alam (FEPALA) FEB Undip menyelenggarakan kegiatan Donor Darah. Acara yang mengusung tema ‘Setetes Darah, Sejuta Asa’ ini diadakan dalam rangka HUT FEPALA yang ke-27. Adapun kegiatan Donor Darah ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian FEPALA kepada masyarakat. Muhammad Wakhid, selaku ketua panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya donor darah. Tujuan lainnya yaitu untuk membantu PMI agar memiliki lebih banyak persediaan darah.

Dalam penyelenggaraan acara ini, FEPALA bekerjasama dengan Korps Sukarela (KSR) Undip dan PMI Kota Semarang. Donor darah ini menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan siapapun yang ingin mendonorkan darahnya. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dikuti pendonor sebelum mendonorkan darahnya. Persyaratan tersebut yakni pendonor darah dilarang mengonsumsi obat-obatan selama seminggu terakhir, minimal berat badan 45 kg, mengonsumsi banyak cairan sehari hingga 3 jam sebelum donor, tidur minimal 5 jam sebelum donor, dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Adapun persyaratan lainnya yaitu pendonor darah harus menjalani beberapa tes terlebih dahulu sebelum donor, meliputi tes tensi darah, golongan darah, berat badan, dan tes lainnya. Jika dinyatakan lolos tes, maka pendonor dapat langsung diambil darahnya dengan bantuan medis dari PMI. Setelah itu, pendonor harus banyak mengonsumsi air putih untuk mengisi cairan yang hilang. Pendonor juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat, mengonsumsi makanan berprotein, dan istirahat yang cukup.

FEPALA menargetkan 100 kantong darah dalam kegiatan ini. Kantong darah ini nantinya akan diserahkan ke PMI Kota Semarang dan akan disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Kendala dalam kegiatan ini antara lain masih banyak mahasiswa yang menganggap donor darah itu sakit dan anggapan keliru bahwa donor darah membuat badan menjadi lemas. Anggapan tersebut membuat tingkat antusiasme peserta menurun.

Wakhid berharap kegiatan ini dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa, terutama mahasiswa FEB akan pentingnya donor darah.“Harapannya ya semoga berkelanjutan dan berkembang, untuk FEPALA semoga semakin banyak program yang ditujukan kepada masyarakat dan sosial,” pungkas Wakhid. Muhammad Azan, salah satu panitia kegiatan ini juga ikut berpartisipasi menjadi pendonor darah. Azan sudah rutin mengikuti donor darah selama 3 bulan sekali dan mengungkapkan bahwa donor darah membuat badan menjadi sehat.

Tia, salah satu pendonor darah mengaku senang mengikuti acara ini.“Senang bisa ikut acara ini, karena kan donor darah bikin badan jadi sehat, lalu menambah kekebalan tubuh, dan yang lebih pentingnya sih bisa membantu sesama,” tutup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2014 ini.

 

Reporter : Sekar Anggit Nastiti

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *