Undip, Puncak Indocement Awards 2014

Puncak Indocement Awards 2014
Puncak Indocement Awards 2014

Undip (14/6) – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (BEM FT Undip) mempersembahkan seminar dalam rangka roadshow Indocement Awards 2014. Bertemakan “Dedikasi untuk Bagusnya Indonesia”, seminar ini diselenggarakan di Gedung Prof. Soedarto Undip dan dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Indocement Awards merupakan agenda dua tahunan (sejak tahun 2008) yang diselenggarakan sebagai ajang pemberian penghargaan oleh Indocement kepada mahasiswa kreatif di Indonesia. Terdapat tiga kategori yang dikompetisikan, yaitu writing competition, architectural design, dan fabricated house. Roadshow ini telah dilaksanakan sejak tiga bulan yang lalu dan berakhir pada 14 Juni 2014 yang diadakan serentak di tiga universitas ternama  Indonesia. Puncak dari roadshow bertempat di Politeknik Negeri Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Diponegoro. Total roadshow Indocement Award 2014 diadakan di 96 universitas di seluruh Indonesia.

Pembicara yang dihadirkan di Undip ialah Yohanes Surya (Fisikawan Internasional) dan Ricky Elson (ilmuwan muda pencipta Mobil Listrik Selo-Gendhis). Sementara itu, Aulia Fikri ditunjuk sebagai moderator pada acara ini.

Dalam sambutannya, Bambang Pudjiyanto, Dekan FT Undip berharap agar perguruan tinggi dan industri dapat bersinergi dengan baik. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk oleh Dani Handajani yang menjabat sebagai Corporate Human Resources Division Manager. Ia memaparkan profil Indocement, yang ternyata memiliki total kapasitas 18,6 juta ton per tahun. Selain itu, cara rekrutmen karyawan baru pun turut disampaikan olehnya. Selanjutnya, pemberian penghargaan rekor MURI kepada pihak Indocement yang berhasil menjadi roadshow event terbanyak dalam kurun waktu tiga bulan ke 96 universitas di Indonesia.

Memasuki acara inti, pembahasan pertama dibawakan oleh Yohanes. Ia menyampaikan bagaimana pembelajaran yang menyenangkan dan bagaimana otak terstimulasi. “Otak bersifat plastis, tidak ada anak yang bodoh, semua anak bisa jadi hebat,” tuturnya. Ia pun menjelaskan tiga tahap kreatif yang diambilnya dari penuturan fisikawan Jerman, Helmholtz. Tiga tahap tersebut ialah saturasi, inkubasi, dan iluminasi.

Selanjutnya, giliran Ricky memberikan gambarannya mengenai “Bagusnya Dedikasi untuk Indonesia”. Sebagai orang Indonesia yang pernah bekerja di Jepang, ia mengadopsi beberapa sikap positif dari orang Jepang yang menjadikan Jepang sebagai bangsa yang hebat. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia untuk mendedikasikan diri di tanah air. Bermula dari pengalaman menciptakan sepeda listrik saat di Jepang, Ricky memulai dedikasi untuk Indonesia dengan membangun turbin angin di Pulau Sumba. Tak puas, ia pun menciptakan mobil listrik dan becak listrik. “Tidak ada yang lebih besar dari keyakinan,” ungkapnya. Acara berakhir pada pukul 13.00 WIB dan ditutup dengan penyerahan plakat dari pihak Indocement kepada pihak Undip yang diwakili oleh Bambang Pujiyanto dan kedua pembicara. (nq)

Reporter: Gita Suksesi

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *