Wanita Berperan pada Era Globalisasi

Cynthia-Farah-Sakina

     “yang perlu dilakukan bukan hanya pembenahan dalam Undang-Undang, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pentingnya peran wanita”

      Berbicara mengenai wanita, tentu tidak terlepas hanya pada satu aspek saja. Wanita mempunyai posisi sentral baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Namun yang masih kurang diketahui dan kurang dipahami oleh masyarakat luas ialah potensi wanita yang begitu besar dan sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional, khususnya dalam pembangunan manusia Indonesia. Peranan wanita makin dirasakan dalam gerak pembangunan yang kian pesat, sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.

     John Naisbitt dan Patricia Aburdune dalam buku Megatrends 2000 yang diterbitkan pada tahun 1982 meramalkan bahwa perempuan akan mengambil semua peran dalam berbagai lini kehidupan. Karenanya perbincangan tentang perempuan menjadi  menarik mengingat ramalan itu kini menjadi nyata.  Globalisasi menunjukkan adanya peningkatan kemajuan di bidang telekomunikasi, elektronika, dan bioteknologi. Kemajuan ini memberi dampak pula pada keterlibatan perempuan di sektor ekonomi, politik, dan bidang sosial lainnya.

     Keterlibatan perempuan yang semakin besar pada sektor publik, tentu saja merupakan kemajuan. Hanya saja globalisasi membawa konsekuensi  bagi kehidupan perempuan. Pada era globalisasi seperti saat ini, peranan wanita menjadi lebih intens. Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh wanita sekarang ini sama dengan pekerjaan kaum pria. Hal ini ditunjang dengan faktor-faktor tertentu seperti karena faktor ekonomi. Dalam ilmu sosiologi, jika seorang wanita bekerja hal tersebut dapat dikatakan dengan penyimpangan yang positif karena dianggap mempunyai unsur inovatif, kreatif, serta memperkaya alternatif sehingga mengarah pada nilai yang diinginkan.

     Wanita pada era globalisasi selain sebagai pribadi yang mandiri juga perlu mengembangkan dirinya agar dapat berperan aktif dalam pembangunan dan menjawab tantangan kemajuan. Sebagai seorang istri dan ibu, bersama-sama dengan suami bertanggung jawab atas kesejahteraan, kebahagiaan keluarga, dan pembinaan generasi muda yang berkualitas dalam arti sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, cerdas, berbudi luhur, berkepribadian kuat, mandiri, kreatif, mempunyai semangat kebangsaan yang tinggi dan berorientasi ke masa depan.

     Lain halnya peran wanita sebagai anggota masyarakat yang mempunyai kesadaran dan tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial yang tinggi dan berperan serta secara aktif dalam membina kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram. Sebagai warga Negara, yang perlu menyadari akan hak dan kewajibannya serta berperan aktif dalam segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun sebagai warga dunia, seorang wanita juga perlu menyadari permasalahan yang dihadapi dunia dan ikut serta memelihara perdamaian dunia dan menciptakan kemakmuran dunia yang lebih merata.

     Pada era global seperti saat ini, kedudukan wanita di Indonesia sudah diangkat dan sudah dilakukan pemberdayaannya. Pemerintah sudah berupaya dengan membuat Undang-Undang anti kekerasan terhadap wanita. Sudah pula terbentuk lembaga-lembaga yang membela hak-hak wanita. Walaupun demikian, tak jarang masih ditemukannya kasus yang mengarah pada kejahatan terhadap kaum wanita. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan bukan hanya pembenahan dalam Undang-Undang, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pentingnya peran wanita.

     Dilihat dari hal-hal diatas, dapat dikatakan bahwa wanita memiliki peran yang sangat besar dalam era globalisasi. Bahkan Indonesia sudah pernah memiliki presiden seorang wanita. Hal ini semakin membuktikan bahwa seiring berjalannya waktu dan arus globalisasi semakin meluas dan berpengaruh. Tidak cukup hanya pria, dibutuhkan juga tenaga wanita. Wanita ada bukan hanya untuk diam di rumah melakukan pekerjaan rumah, tetapi juga ada untuk membantu dan melengkapi apa yang terkadang tidak bisa berkreasi dan bekerja layaknya seorang pria. Tetapi, semua itu tetap dibatasi dalam batasan yang wajar. Sebagai kaum wanita, harus bisa menunjukkan kemampuannya baik dalam keluarga, juga didalam kehidupan masyarakat. Karena umumnya wanita itu lebih teliti, rapi, dan penuh perhitungan dalam segala hal.

foto edents_170303_0021

Cynthia Farah Sakina

Mahasiswa Ekonomi Islam 2015, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *