Workshop Studi Kasus dan Launching Buku “Mendidik Manajer Ala Harvard”

(doc.Edents)

(doc.Edents)
(doc.Edents)

FEB Undip (5/3) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bekerja sama dengan Penerbit Erlangga gelar workshop pada Rabu (5/3). Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Dies Natalis FEB Undip ke-54. Acara yang bertajuk “Penulisan Studi Kasus untuk Pembelajaran di Kelas” ini bertempat di Hall Gedung C. Selain workshop, diselenggarakan pula launching buku “Mendidik Manajer Ala Harvard” oleh Hadi Satyagraha.

“Pak Hadi dulu itu dosen IPMI, IPMI ini di Kalibata, Jakarta. IPMI ini salah satu business school. Di Indonesia ini ada beberapa business school seperti Prastya Mulia Bussines School, SBM Business School, ITB Business School,” ujar Rizal Hari Magnadi selaku dosen penanggung jawab acara. Rizal menjelaskan bahwa acara ini ditujukan kepada dosen-dosen Undip, namun ternyata banyak mahasiswa yang dating untuk mengikutinya.

Saat launching buku “Mendidik Manajer Ala Harvard”, Hadi Satyagraha memaparkan isi bukunya. Menurutnya, mendidik mahasiswa dengan kuliah klasikal tidak tepat karena mahasiswa menjadi mudah lupa dan menjadi bosan. Hadi menyarankan untuk menggunakan studi kasus dimana mahasiswa akan berdiskusi, saling debat, dan saling mengkritik. Menurutnya selama ini mahasiswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan dosen kemudian dosen akan memberikan pertanyaan ke mahasiswanya. Padahal dengan berdiskusi, mahasiswa akan mendengarkan kemudian bertanya ke dosen dan merespon kembali jawaban dari dosen. Banyak manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa dari berdiskusi diantaranya berpikir cepat, berpikir kreatif, berani menghadapi masalah, berani bersikap, berani membuat keputusan, dan berani bertindak.

“Di FE ini mulai mengembangkan matakuliah kewirausahaan dan teman-temannya itu, jadi kalau kita hanya menghasilkan output mahasiswa yang membuat skripsi kuantitatif, menurut saya porsinya terlalu besar”, ujar Rizal saat ditanyai perihal tujuan acara. Ia menambahkan bahwa ada beberapa segmen yang belum terkena metode pembelajaran selain metode kuantitatif. Kurangnya minat terhadap studi kasus serta tidak adanya dukungan dari beberapa instansi menjadi beberapa kendala dalam workshop ini. “Kami ingin ada komunitas kan tadi mengundang darikomunikasi, psikologi, kedokteran, yang kedua itu istilahnya belajar bareng karena kita belum memiliki kasus lokal,” harapnya. (nq)

Reporter : Sandy, Nur Wahidin

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *